Sabtu, 23 Maret 2019

Kenapa Game PUBG Haram? Memang Perlu Diharamkan?


pubg haram

Player Unknown's Battle Grounds atau disingkat PUBG dan dibaca PABJI ini merupakan game kekinian yang sedang gencar-gencarnya dibicarakan. Game ini mendadak tenar akibat wacana fatwa haram dari MUI. Gameplay dari game ini adalah tentang bagaimana kita bisa bertahan hidup dalam sebuah kawasan khusus untuk menjadi sang juara dan mendapatkan hadiah Chicken Dinner.

Nah, dalam usaha bertahan hidup tersebut, kita bisa mencari atau istilahnya nge-loot senjata, dan yang paling penting adalah dibunuh atau membunuh.  Sebenarnya tidak hanya tentang membunuh, kita bisa saja menang tanpa membunuh player lain dengan mode spy. Selain itu, kita bisa bermain dalam bentuk tim atau individu sebagai rangkaian mode game agar tidak jenuh.

Kenapa Game PUBG Haram?

Satu hal yang menjadi clue panasnya topik ini adalah seperti yang telah saya kutip dari detik, yakni tentang pembicaraan sekretaris MUI Jabar sebagai berikut : "Ternyata pelaku (teroris di Selandia Baru) ini terinspirasi oleh game PUBG. Nah jadi ini fenomena menarik kalau betul (PUBG) melahirkan tindakan (keji). Menarik dikaji untuk game ini,".
Baca Juga
Wacana Fatwa Haram Game PUBG MUI di Detik
Menurut saya ini cukup konyol, tidak mungkin alasan utama pelaku teroris hanya karena game PUBG, tentu ada alasan besar dibalik itu semua. Jika hanya karena game semata, maka jelas pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau penyakit mental. Kalaupun dikaji, memang game ini berisi pembunuhan, namun tidak sekeji yang dilakukan teroris di Selandia Baru tersebut.

Untuk membunuh player lain saja kita untung-untungan, syukur-syukur bisa menang, kadang ketemu pro player kita pasti sudah mati duluan. Lalu motivasi macam apa yang bisa membuat kita ingin seperti player di game PUBG tersebut? bahkan saya sendiri jika di kehidupan nyata ogah-ogahan main tembak-tembakan, ribet, perlu reload peluru, belum lagi kalo di bom musuh harus lari dan lain sebagainya.

Poin pentingnya adalah, kita ini hidup di Indonesia, dimana senjata api itu dilarang digunakan oleh rakyat sipil. Lalu apa yang perlu ditakutkan? yang menjadi ciri khas dari game PUBG ini kan senjata apinya, nembak-nembak seru, namun kekerasan tidak diumbar dengan vulgar, jika tertembak hanya muncul cipratan non realistik lalu mati tanpa memperlihatkan kesadisan (malah playernya langsung berubah jadi box haha).

Sudah menjadi hal yang wajar dalam game jika berisi kekerasan sesuai genre masing-masing, jika memang kekerasan ini nantinya harus dilarang, maka imbasnya adalah HARUS seluruh game sejenis yang dilarang. Perlu diketahui bahwa game serupa yang lebih sadis masih banyak seperti GTA V, Point Blank, Counter Strike, Call of Duty dan lain-lain. Lalu apakah sekeji itu pemerintah membatasi hak warga negara untuk mencari hiburan?



Padahal menurut saya dengan game kita bisa meluapkan amarah kita secara virtual dan meminimalisir terjadinya kekerasan di dunia nyata karena tidak ada bahan untuk meluapkan amarah tersebut. Bonusnya juga adalah hiburan mengisi waktu luang serta menambah wawasan karena dalam beberapa game ada yang berisi tentang cerita sejarah misal perang dunia.

Lalu, Apakah PUBG Perlu Diharamkan?

Jawaban saya adalah TIDAK. Penggunaan senjata api sudah jelas tidak mungkin bagi rakyat sipil di Indonesia, kekerasan juga tidak sevulgar itu, coba saja dikaji, player saling pukul aja kaku banget sambil teriak "ah ugh aargh", lalu apa yang ditakuti? darah pun warna ijo kadang bisa warna ungu hanya untuk efek kalo player sedang tertembak, non realistik pula darahnya.

Lalu apa lagi, BOM? granat juga militer saja yang punya hak penggunaan. BOM rakitan? Kan ada Densus 88? lagipula di PUBG tidak ada tuh tutorial merakit BOM, yang ada hanya granat dalam bentuk jadi. 

Yang perlu dikhawatirkan sebenarnya adalah "doktrin" yang menjadi ciri khas terorisme di Indonesia. Tahu sendiri kan, teroris di Indonesia itu motivasinya adalah Jih00d. Apakah sudah ada berita terorisme di Indonesia akibat sering main Point Blank? dilihat dari latar belakang pelaku saja sudah jelas bahwa semua sudah terstruktur dan tidak semain-main itu untuk jadi teroris.
Jika memang PUBG perlu diharamkan, maka ini adalah sebuah bentuk ketidakadilan, jika pemerintah bisa berlaku adil tentu game-game serupa yang mengandung kekerasan perlu diharamkan juga. Mengapa? karena masih banyak sekali game yang memiliki tingkat kesadisan tinggi serta lebih realistis. 

Menurut saya, yang dilakukan oleh pelaku teroris di Selandia Baru itu malah mirip dengan game GTA, dimana kita bisa menggunakan bermacam-macam senjata dengan lengkap lalu nembakin orang random dengan bebas secara massal. 

Sudahlah, yang namanya teroris tetaplah teroris, mereka psikopat, jiwa mereka tidak beres, bukan PUBG yang tidak beres. Intinya yang perlu dilakukan adalah pembenahan mental. Penyuluhan dan pengarahan masyarakat agar tidak termakan doktrin, serta upaya pencegahan penyakit mental seperti psikopat. Bagaimana? tanya psikolog sana.

Jadi, jika nanti game PUBG jadi diharamkan dan KOMINFO memblokirnya, sungguh saya hanya bisa tertawa. Dikira orang Indonesia ga waras semua? psikopat semua? jiwanya ga beres semua? saya juga butuh hiburan :) jangan se-cetek itu dalam mencari solusi. Keadilan sosialnya mana.

Mohon maaf jika ada yang tidak setuju dengan pendapat saya atau jika ada kata yang kurang berkenan di hati anda. Ingat, saya hanya berpendapat. Silahkan komentar dengan arahan yang lebih baik atau usul jika ada yang perlu diedit ulang kosa kata saya. Terimakasih telah membaca.

1 komentar

  1. mortal kombat x juga sadis dan fatal .tulang musuhnya dipatahin , disiksa dan di maki maki

    BalasHapus


EmoticonEmoticon