Jumat, 22 November 2019

Apa itu Kurator Meme ? Ada Apa dengan Eno Bening ?

Beberapa waktu yang lalu, jagat sosial media digegerkan dengan penampakan sosok Mike Wazowski dari kartun anime Monster Inc yang menjelma menjadi sosok Eno Clear alias Eno Bening. Eh, atau Eno Bening kah yang menjelma jadi Mike Wazowski? entahlah, saya juga bingung. Yang jelas, fusion makhluk ijo dengan Bung Bening ini sempat menggegerkan sosial media terutama Facebook dan Instagram.

eno bening mike wazowski

Usut punya usud, ternyata ini akibat dari profesi Bung Bening sebagai Kurator Meme di channel youtube miliknya. Banyak subscriber yang submit meme ke Fanspagenya untuk direview, namun yang didapat kebanyakan adalah kritikan pedas dari Bung Bening.

Menurut Bung Bening, meme yang mereka submit ini bukanlah meme yang sebenarnya, dan hanya gambar lucu belaka, karena tidak mengacu pada Lee Terasi Meme yang ada saat ini. Atas dasar inilah Bung Bening merasa kecewa. 

Tidak berhenti disitu, review meme oleh kang Kurator Meme ini rutin diupload di Channel Youtube Bung Bening sehingga menjadi konsumsi publik dan menyebabkan munculnya beragam reaksi netizen terutama dari kalangan pmeme atau shitposter Facebook yang kebetulan nangkring di Youtube dan nemuin video review-review milik Bung Bening.

Sebelum lanjut mengenai kisah tauladan sosok Kurator Meme ini, mari kita mengkaji lebih dalam mengenai apa itu Kurator Meme. 

Oke, Apa itu Kurator Meme?

Kita bisa mencari arti dari Kurator Meme melalui pemisahan kata keduanya, pertama dari kata "Kurator", ya, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) arti kata "kurator" adalah pengurus atau pengawas harta benda orang yang pailit dan sebagainya; anggota pengawas dari perguruan tinggi; penyantun; pengurus atau pengawas museum (gedung pameran seni lukis, perpustakaan, dan sebagainya).

arti kurator

Lalu kata yang kedua adalah Meme, menurut KBBI lagi, "meme" adalah ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya ; cuplikan gambar dari acara televisi, film, dan sebagainya atau gambar-gambar buatan sendiri yang dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata atau tulisan-tulisan untuk tujuan melucu dan menghibur.

meme adalah

Jadi, Apabila digabung, Kurator Meme adalah :
  1. Pengurus atau pengawas harta benda orang pailit yang memiliki ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya berupa cuplikan gambar, kata-kata, atau tulisan yang bertujuan sebagai hiburan.
  2. Anggota pengawas dari perguruan tinggi jurusan meme.
  3. Penyantun para Pmeme
  4. Pengurus atau pengawas museum Meme.
Dari beberapa arti tersebut apabila dikombinasikan lagi atau ditarik sebuah kesimpulan, maka Kurator Meme adalah Pengurus atau Pengawas dunia Permemean. Apakah pengertian tersebut masih kurang memuaskan? oke sekarang kita beralih ke Google Scholar untuk mencari Lee Terasi tentang Kurator Meme.

kurator meme

Dan ternyata lee terasi nya tidak ada. Berarti apakah selama ini Bung Bening telah misused menggunakan kata kurator? saya rasa tidak, mungkin dia adalah pelopor! 

dia adalah akar!
akar

mungkin dia pencetus! penemu! founder! foundation!
foundation

Atau mungkin dia memiliki sumber lain. Namun menurut saya, kurator meme ini adalah bagian dari meme itu sendiri, sebuah tren, yang begitu saja muncul. Dan lee terasinya berupa pemahaman di kalangan para pememe itu sendiri.

Jika dilihat dari makna kata, kurator berarti pengurus dan pengawas, dalam hal ini khususnya tentang meme. Sedangkan yang dilakukan Bung Bening adalah kritik, jadi bisa dikatakan Bung Bening ini Misused dalam penggunaan kata. Apa iya? tapi mengkritik adalah sebuah bentuk kepedulian dan pengawasan terhadap meme-meme? jadi bagaimana menurut anda?

Sebenarnya permasalahannya bukan itu, namun terdapat kesalahpahaman disini. Dalam video terbarunya yang mereview permasalahannya dengan pmeme di facebook, Bung Bening mengatakan bahwa meme yang di review adalah dari para fansnya yg memang ingin di review, jadi niat dia adalah untuk membenarkan fansnya yang emang MAU direview. Dan reviewnya berupa kritikan pedas.



Kritikan pedas apa? meme-meme tersebut banyak yang dikatakan cireng dan misdesu oleh Bung Bening. Meme-meme tersebut tidak lain hanyalah gambar lucu dan bukan meme. Namun karena video Bung Bening ini bisa dikonsumsi publik, maka perkataan dan kritikan itu seakan dilontarkan kepada seluruh para pmeme. Dalam hal ini, netizen Facebook adalah juragan meme dan shitpost, sehingga serangan paling banyak bermunculan dari dunia facebook.

Dalam dunia permemean, sangatlah sakit hati ini apabila meme kita dibilang cringe dan misused, padahal di dalam hati ini sudah merasa pasti menghibur. Yang perlu diketahui, menurut riset diri sendiri, meme cireng dan misdesu tidak sepenuhnya tidak menghibur, terbukti dari masih adanya react dan komentar positif. Yang ngatain cireng dan sebagainya hanya segelintir orang atau memang banyak yang memilih diam.

Ini tergantung selera humor. Menurut Bung Bening Sendiri, yang nyerang dirinya ini kebanyakan Bocah, dan itu adalah permasalahannya. Setelah saya lihat beberapa video Bung Bening seperti #RabuCireng dan lainnya, proses reviewnya berlangsung cepat dan menuntut adanya meme yang sesuai Lee Terasi.

Padahal kebanyakan bocah membuat meme itu dihayati, per panel atau gambar itu memiliki suasana sendiri bagi mereka, dan untuk mencerna humornya, pembaca haruslah sambil membayangkan entah suasana, cara karakter berbicara, ungkapan kata dan sebagainya. Intinya semua nampak sebagai sesuatu yang hidup bagi para meme makernya.

Dan yang dilakukan Bung Bening ini, memang susah dijelaskan, dia sudah setting dirinya untuk offensive atau cenderung "apa sih" pada objek yang direviewnya atau memang karena meme nya bukan sesuai selera humornya yang harus sesuai Lee Terasi. Dan.. dia adalah orang yang sudah cukup dewasa yang mungkin memiliki selera humor yang berbeda.

Nah, perihal Lee Terasi meme. BRO, gini, menurut saya pribadi, meme itu adalah tren kan, nah, tren itu bisa lahir kapan aja, termasuk ngeroast Bung Bening yang akhirnya jadi tren juga bisa dikatakan sebagai meme. Jadi gambar lucu apapun yg disubmit, hayati, kalo memang lucu, dia bisa jadi cikal bakal tren baru. Perlu setting otak untuk ke mode fun, ke otak kanan, bukan ke otak kiri.

Termasuk Cireng atau Cringe! Ketika Meme sudah basi, lalu cringe, dan banyak orang membuat meme tentang cringenya suatu meme yang sudah basi, itu juga termasuk meme, karena jadi tren. Jadi ada Meme di dalam Meme. Dan orang-orang juga bisa membuat meme tentang cringenya meme yang membahas betapa cringenya suatu meme yang sudah basi. Jadi merupakan meme di dalam meme di dalam meme. Bingung saya anjir.

So, apapun itu, saat ini di mata orang-orang kebanyakan, meme adalah gambar lucu, kalo tren yaudah, kalo cringe atau basi yaudah. Tentang misused? nah ini memang cukup ironi, sebenarnya memang perlu diingatkan, namun saat ini yg terpenting lucu atau tidak, itu saja. Bahkan ke-misused-an seseorang bisa jadi bahan lawakan netizen. Dan kembali ke selera humor, ada aja kok yg ketawa.

Ada beberapa hal lagi yang perlu saya bahas, Bung Bening mengatakan kebanyakan yang nyerang dia di Facebook adalah para Bocah. Bro, sedalam apa engkau tau pengguna Facebook, masih banyak kemungkinan dari mereka itu tukang bait, tukang sarkas, tukang gabut, dan tukang yg niat untuk menjadi goblog yang tujuannya hanya hiburan. Bung Bening seakan bangga melihat serangan netizen yang menunjukkan kegoblokan. Bahkan Bung Bening juga seakan memandang sebelah mata para Zeeber. Tidak semua membernya bocah dan bego.

Karena ngauteez atau ngezeeb diluar grup itu dilarang, maka saya hanya bisa katakan, kenalilah mereka jika ingin tahu lebih dalam. Kang Zeeber dan Kang Toxic di Facebook memiliki pengaruh yang besar di dunia permiman Indonesia, bahkan tren-tren yang ada mayoritas berawal dari dunia Facebook karena besarnya jumlah penggunanya, suatu hal bisa begitu saja menyebar luas dengan cepat apabila memang fenomenal atau menghibur. Bahkan Ericko Leem juga pernah kuliah di Universitas Meme Zeeber Indonesia.

Mengenai selera humor, kang Toxic dan Zeeber sejujurnya memiliki selera humor yang sangat tinggi, apapun bisa mereka jadikan bahan candaan, dan mereka lebih bebas tertawa, tanpa dibatasi Lee Terasi. Karena mereka tahu, semua ini hanyalah untuk bersenang-senang. Dan ketika hiburan dijadikan bahan yang general atau formal dan diatur-atur, mereka merasa kebebasannya dirampas.

Mereka yg masih bebas tertawa adalah pmeme yang sesungguhnya. Disamping mengikuti trend, bukankah kita juga bisa menciptakan trend?

Wah saya jadi terkesan memojokkan Bung Bening ya, duh maaf Bung, inilah opini saya. Tapi ya gimana ya.. Gini deh, bercermin pada PewDiePie yg suka review meme, dia adalah pribadi yg mudah tertawa dan mudah terhibur, asyiq, bukan orang yg tegang, sehingga cocok sebagai reviewer meme yang bidangnya berupa "hiburan".

Ah makin panjang ini ketikan, cukup itu dulu, dan saya yakin pasti ada aja yang tidak setuju dengan opini ini, karena memang begitulah seterusnya, dalam suatu hal ada pro dan kontra. Jika memang ada opini lain silahkan, jika saya ada kesalahan pendapat ya beri tahu dimana poin kesalahannya, niscaya saya akan memikirkannya, tidak setting otak ke mode "tidak setuju", tapi "apa iya?". Sehingga menciptakan sebuah forum diskusi.

Sepi njir, Komen Napa


EmoticonEmoticon