Sabtu, 28 Desember 2019

Bjir, Grup Cocoklogi Science Adakan Kopdar di Pegunungan Himalaya

"Bro, lu masih pake FB?", sepatah kalimat dari para normies yang w4w4san S0sm3d nya udah Lu4s Bang3t hingga menganggap Facebook adalah produk zaman purba yang sudah usang keberadaannya. Dibalik remehnya anggapan orang terhadap Facebook, nyatanya hingga saat ini Facebook-lah yang selalu menjadi favorit netizen untuk bersosial media karena kaya akan fitur-fitur dan kemudahannya. 

Facebook merupakan sebuah forum terbuka bagi siapa saja untuk menemukan berbagai topik yang disukainya, salah satunya adalah humor atau parodi. Banyak sekali sumber asupan gizi tawa harian di Facebook melalui grup-grup dan fanspage yang mudah sekali untuk ditemukan. Dan memang itu kuncinya, anda harus memanfaatkan fitur grup dan fanspage jika ingin menyelam lebih dalam di dunia Facebook. 

Jika beruntung, anda akan bertemu dengan grup atau fanspage besar yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dunia media sosial. Salah satunya adalah grup Cocoklogi Science, sebuah grup yang suka mencocok-cocokkan berbagai fenomena yang ada dari sudut science, serta memparodikan diktatorisme nyentrik ala Kim Jong Un dan General Aldeen. Sehingga semua peraturan dibuat atas dasar "sukak sukak ngademin". (ini ngopy dari grupnya)

Kalo menurut pandangan saya sebagai member, Topik yang dibahas Cocoklogi Science sama halnya dengan grup lain jika berkaitan dengan humor atau hiburan serta hal-hal yang viral. Yang menjadi pembeda adalah... ya, interaksi antara member dan adminnya yang begitu dekat dan harmonis, bagaikan bapak dan anak. Ngademin (admin) sebagai bapak, dan Rakjel (rakyat jelata/member) sebagai anak. 

Karena memparodikan diktatorisme, maka anak harus benar-benar patuh dan menurut pada bapaknya. Jika ada yang membangkang, mereka akan mendapatkan hadiah "Banned, thanks!" dari para ngademin. Hal ini juga berkaitan dengan rules grup yang begitu ketat, di Cocoklogi Science anda tidak bisa mengutarakan toxic-nya diri anda ketika bersosial media. Berbeda dengan beberapa grup humor remaja terkini yang cenderung toxic dan bebas berbahasa. 

Nah, untuk mempertegas topik "hubungan antara admin dan member" yang harmonis (romantic dictatorism), beberapa hal yang saya saksikan terkait hal tersebut adalah dilihat dari beberapa kegiatan sosial yang diadakan CS serta antusiasme member dalam membeli merchandise yang pada faktanya kedua hal tersebut berhubungan. Ya, hasil penjualan merchandise masuk ke dalam kas grup dan dipakai untuk kegiatan sosial. 

grup cs kopdar nepal

Tidak hanya itu, nyatanya kegiatan sosial tidak cukup menggunakan uang kas grup, dan ini juga menjadi pembeda dari grup lain, yakni para Ngademinnya merupakan para sultan sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang biayanya ditanggung langsung oleh para Ngademin. Salah satunya kopdar terakhir ketika artikel ini dibuat adalah di Salkopi Cafe & Resto, Jl. M. Kahfi II No. 10, Jagakarsa, Jakarta Selatan (21 Desember 2019) dimana seluruh member yang datang bisa makan gratis di tempat tersebut dan seluruh biayanya ditanggung oleh Ngademin. (lebih dari 400 member datang guys)

Tidak tanggung-tanggung, setelah program perbaikin gizi member oleh Ngademin di Salkopi tersebut, Kopdar lanjutan pun telah direncanakan dengan matang, yakni di Annapurna Base Camp (ABC), Nepal (pegunungan Himalaya) yang memiliki ketinggian 4.130 meter di atas permukaan air laut dengan suhu sekitar -10 derajat celcius. 

Kopdar grup tertinggi tersebut rencananya akan dilaksanakan antara 20 Februari hingga 19 Maret 2020 dengan janji Ngademin yakni mencharter 3 unit helikopter bagi para member yang ikut kopdar. Terdapat 16 peserta kopdar yakni 3 Ngademin dan 13 Rakjel yang mendapatkan Golden Ticket. Untuk mendapatkan Golden Ticket tersebut member hanya perlu menyampaikan keinginannya di sesi komentar postingan grup yang telah disediakan oleh Ngademin Ranggie Ragatha, yang dipilih juga berdasarkan suka-suka ngademin.

kopdar cocoklogi science

Tentunya ini menjadi sebuah fenomena yang greget, akan menjadi rekor, karena belum ada kopi darat yang dilakukan oleh sebuah grup parodi di ketinggian 4.130 meter, bahkan grupnya merupakan grup dari medsos bernama Facebook yang katanya sudah usang. 

Detail rencana kegiatan kopdar yang berlangsung 5 hari di ABC Nepal tersebut bisa dilihat langsung di postingan Ngademin Ranggie Ragatha pada grup CS yang link postingannya adalah berikut ini. Untuk saat ini Golden Ticket sudah habis, namun ini adalah suka-suka ngademin, jika anda ingin ikut silahkan hubungi BoN siapa tahu masih ada keberuntungan. Update lainnya atau bahkan jika ingin tau perkembangan kegiatan kopdar saran saya langsung nyimak saja di grup CS.

Demikian sekilas info mengenai perkembangan dunia media sosial yang ada saat ini, semoga bisa menambah wawasan anda menjadi lu4s b4ng3t. Terimakasih sudah membaca.

Sepi njir, Komen Napa


EmoticonEmoticon