5 Merek Ponsel yang Pernah Populer - Andreans
News Update
Loading...

Selasa, 16 November 2021

5 Merek Ponsel yang Pernah Populer

Apakah Anda masih ingat merek ponsel pertama Anda? Tentunya sebelum iPhone, Samsung, dan Xiaomi merajai pasar ponsel saat ini, beberapa merek sempat berada pada masa kejayaannya bahkan dicap sebagai ponsel sejuta umat.

5 merek ponsel yang pernah populer

Sebut saja Nokia dan Blackberry yang pernah menjadi primadona dan digunakan oleh sebagian besar pengguna ponsel. Saat ini ponsel tidak hanya digunakan untuk komunikasi saja. Ponsel kadang diutamakan untuk hiburan seperti untuk bermain game online, dari RPG hingga game taruhan online seperti yang dapat diakses di fun88 link.

Selain kedua merek tersebut, beberapa merek juga ternyata tidak mampu bersaing sehingga diakuisisi oleh merek lain atau bahkan gulung tikar. Nah, apa saja merek ponsel yang dulu pernah berjaya? Berikut beberapa namanya.

  1. Blackberry
    Blackberry mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2004 oleh operator Indosat. Produk unggulannya kala itu adalah fitur push e-mail yang mampu menampilkan seluruh surel baru, daftar kontak, dan kalender langsung ke perangkat Blackberry secara otomatis. Blackberry sukses meraih angka penjualan yang tinggi, bahkan menguasai 44 persen pangsa pasar di Amerika Serikat pada tahun 2007.

    Sayangnya kesuksesan itu membuat Blackberry kurang berinovasi, dan memberikan celah untuk merek baru yakni iPhone dari Apple. Pada tahun 2010, popularitas Blackberry menurun drastis ke angka 25 persen. Blackberry juga sempat meluncurkan produk Android, namun produk itu pun tidak berhasil di pasaran hingga mereka menyatakan penghentian penjualan smartphone Androidnya mulai 31 Agustus 2019.

  2. Nokia
    Perusahaan telekomunikasi asal Finlandia ini pernah memimpin pasar ponsel di era 1990-an hingga 2000-an. Keruntuhan Nokia dimulai sejak kemunculan produk smartphone buatan Apple yaitu iPhone pada tahun 2009, disusul dengan diperkenalkannya sistem operasi Android oleh Google.

    Unit usaha ponsel Nokia akhirnya dijual ke Microsoft pada tahun 2014. Pada tahun yang sama, mereka meluncurkan ponsel Android namun tidak memanfaatkan fitur Android sepenuhnya seperti Google Service termasuk Google Playstore yang tidak ikut disematkan. Ponsel produksi mereka pun kurang laku di pasaran, kalah bersaing dengan iPhone dan ponsel Android lainnya.

    Kini setelah dilepas oleh Microsoft pada tahun 2016 kemudian menjalin kerjasama dengan Foxconn, Nokia mulai berinovasi dengan 5G, bersaing dengan Huawei sebagai pelopor 5G.

  3. Siemens
    Selain Nokia, ponsel pabrikan Jerman ini cukup populer karena bentuknya yang unik.  Siemens sendiri merupakan perusahaan teknologi raksasa di Eropa yang berdiri sejak tahun 1847. Di industri ponsel, Siemens pernah memproduksi sekitar 100 model ponsel secara global. Siemens dikabarkan bangkrut pada tahun 2005 lalu dan melepas divisi ponselnya ke perusahaan Ben-Q, namun tetap tak muncul kembali ke pasar ponsel.

  4. Motorola
    Perusahaan asal Amerika Serikat ini merupakan produsen ponsel yang pertama pada tahun 1973. Motorola sempat memimpin dalam pengembangan telepon seluler pada tahun 1991, setelah berhasil membuat ponsel digital yang berjalan di atas platform GSM. Namun kejayaan Motorola berhasil dilampaui Nokia pada tahun 1998.

    Motorola diakuisisi oleh Google pada 15 Agustus 2011. Hingga akhirnya Google melepas Motorola ke Lenovo tepat sebulan setelah Google meluncurkan produk Motorola yakni Nexus 6. Di bawah induk perusahaan Lenovo, brand ponsel Motorola kini berubah nama menjadi Moto by Lenovo.

  5. LG
    Produsen perangkat teknologi asal Korea Selatan, LG Electronics resmi menutup bisnis ponselnya pada bulan April 2021 silam. Keputusan ini diambil pasca kerugian yang terus menerus, di mana popularitasnya kalah oleh perusahaan saingan dari negara yang sama, yakni Samsung.

    Walaupun pernah menjadi produsen smartphone ketiga terbesar di dunia pada tahun 2013 setelah Samsung dan Apple, kini LG menjadi merek besar pertama yang menarik diri sepenuhnya dari pasar. Setelahnya, LG akan fokus pada area bisnis lainnya, seperti komponen kendaraan listrik, rumah pintar, robotika, dan kecerdasan buatan.
(Adv)

Jangan Lupa Share Gan

Komen Aja, Santai

Hai Readers..
Terimakasih sudah menerapkan budaya membaca.
Done
close